Rabu, 10 Desember 2008


Uu Yusuf Abdullah

our beloved brother, from Libanon, rising our "flag" PAKAR97...
(
and for any brothers who did same thing) --->Two Thumbs Up and Be proud of THEM..!!

Rabu, 19 November 2008

WARA IN ACTION


Foto jadul.....
masih kincling2....
lagi lucu2nya....
Ada nostalgia...
ayo cari pasangan masing2 (dulu ... hehehe)!
ada yang ingat satu persatu dari kiri ke kanan...?
mau lihat lebih jelas...? klik (kiri) aja fotonya!

Kamis, 16 Oktober 2008


MENGGAPAI CITA...

Setiap manusia pasti memiliki keinginan..
Setiap
keinginan harus melalui perjalanan...
Setiap
perjalanan pasti ada pengorbanan...
dan setiap
pengorbanan,
akan melipat gandakan nikmat dari
keberhasilan.

( From PUSDIK ARMED our beloved brothers, left to right: Kapt Arm Answari Jadi,
Kapt Arm Ahmad G Dohamid, Kapt Arm Mansur Saiu, Kapt Arm La Musa )

maju terus broo...


Jumat, 10 Oktober 2008

Assalammu’alaikum wr wb,

Salam Pakar97..!!!

Tanpa terasa bulan Ramadhan telah berlalu begitu pula dengan hari raya Idul Fitri. Walaupun sudah terlambat, dengan segala kerendahan hati kami menyampaikan

"MINNAL AIDIN WAL FA'IDZIN, TAQABALALLAHU MINNAA WA MINKUM TAQABBAL YAA KARIIM "



Semoga di bulan2 yg akan datang ini kita selalu diberikan kekuatan, ketabahan, keikhlasan dan kemudahan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara, serta keluarga.

Rekan2 sekalian…,
Sebelumnya kami mohon maaf atas kevakuman yg terjadi pada blogg kita, dikarenakan kesibukan pada diri kami serta beberapa keterbatasan yg ada sehingga up date info dan artikel menjadi sangat terlambat. Oleh karenanya melalui melalui tulisan ini kami mengundang rekan2 sekalian untuk menjadi contributor dalam menigisi info dan artikel agar blogg kita menjadi semakin hidup. Syukur2 kalau tiap matra ada kontributornya, sehingga tercipta komunikasi yg lebih intens lagi antara kita (bagi rekan2 yg bersedia menjadi contributor silakan email ke kewor97@yahoo.co.id).

Dari komentar2 yg masuk dapat kita lihat bersama bahwa ada kerinduan diantara kita untuk dapat menjalin kembali komunikasi yang selama ini sempat terputus. Berangkat dari keinginan itulah kami mencoba mengajak rekan2 sekalian untuk urun pendapat kearah pencapaian tujuan yg lebih besar lagi, agar eksistensi PAKAR 97 tidak dipandang sebelah mata. Seperti yg telah dilaksanakan oleh chapter Jakarta yg sedang merintis berdirinya koperasi bagi lichting kita (walaupun saat ini belum melaporkan kembali kemajuan yg telah dicapai, akan tetapi paling tidak sudah ada embrio yg harus sama2 kita fikirkan). Siapa tau lichting kita bisa menjadi lokomotif pembaharuan atau percontohan bagi lichting2 Perwira Prajurit Karir lainnya. Mari kita sama2 membangun ..KARAKTER.. pakar 97!! BRAVO PAKAR 97…..!!!!

(bagi rekan2 yg ingin menyumbangkan saran atau pendapat untuk kemajuan Pakar97, silakan tinggalkan komentarnya dibawah artikel ini, terima kasih…)

Minggu, 28 September 2008

“ SEMUT”

( Oleh: Wiro Suba )

Sore itu dengan semangat 45 aku berjalan ke teras belakang rumahku. Ada satu pekerjaan yang menanti disana,

“ Semut! “.

“ Semut yang harus ku basmi!” Rutuk ku dalam hati.

Sudah dua kali ini aku merasa terganggu oleh keberadaan mereka. Semua berawal dari sepatu. Di suatu pagi saat aku akan berangkat ke tempat kerja, dengan sangat nyamannya mereka menjadikan sepatuku sebagai tempat bercengkrama. Ratusan atau mungkin ribuan semut yang sedang mengadakan “rapat akbar” didalam sana. Entah atas dasar pertimbangan apa mereka memilih sepatuku sebagai tempat bersarang. Apakah mungkin karena kelembaban dan “harumnya” yang mengundang?

“(Upss!?).”

Ataukah memang itulah tempat terbersih yang bisa mereka temukan dan sangat representatif untuk membesarkan koloni mereka?

“(Ini yang paling tepat rasanya) Hahaha….”

Kejadian kedua yang memaksaku harus bersinggungan dengan mereka adalah peristiwa yang berhubungan dengan…….SEPATU lagi! Kali ini dengan sangat yakin dapat aku katakan--tanpa maksud membela diri—bahwa sepatu yang satu ini benar-benar bebas dari bau dan benar-benar bersih! (Loh, kalau gitu sepatu yang pertama tadi?!). Di tempat pilihan mereka yang kedua ini malah mereka sudah sempat bertelur dan beranak pinak!

“Tidak bisa didiamkan!” Seruku sambil berjalan layaknya seorang panglima perang. Istriku hanya bisa tertawa melihat kelakuanku.

“Itu mah salahnya sendiri…” Sayup-sayup kudengar dia berbisik.

Dengan gemas kuambil obat pembasmi serangga yang ada disudut ruang dapurku. Sambil menggenggam “senjata pamungkas” aku dengan pasti melangkah ke satu tujuan, yaitu: LEMARI SEPATU! Dari situlah semua ini berasal.

Senyum kemenangan tersungging dibibirku. Tuntas sudah hasrat purbaku. Dengan membabi buta aku telah melaksanakan “penyerangan” ke kantong-kantong pertahanan “lawan”, bahkan mungkin “Markas Besarnya” sudah kuhancurkan sekaligus. Kututup kembali pintu lemari sepatuku. Mantap, aku melangkah meninggalkan “medan pertempuran”. Ku letakkan alat pembasmi serangga yang telah membantuku.

“Kegiatan selanjutnya,” kataku dalam hati.

Sudah menjadi kebiasaan rutin di sore hari, bila tidak ada acara khusus, setiap sore aku sempatkan untuk melaksanakan olah raga ringan di belakang rumah.

Aku ambil alat olah ragaku. Masih dengan senyum kepuasan, aku dudukkan tubuhku di atas bangku plastik yang dengan setia selalu menjadi tumpuan.


“Allahu Akbar!”

Aku terusik oleh pemandangan didepanku!

“Ya Allah, apa yang telah aku perbuat?

Terlihat kepanikan yang luar biasa! Semut-semut hitam berlarian kesana kemari! Makhluk-makhluk kecil itu berusaha keluar dari kematiannya! Banyak diantara mereka yang berjalan terhuyung-huyung, jatuh bangun, susah payah, terseok-seok berjalan sekedar menghirup udara segar untuk menyambung hidup. Tidak terhitung pula yang langsung jatuh sekarat begitu mereka keluar dari lemari sepatu.

“ASTAGFIRULLAH…” Begitu dahsyatnya akibat yang telah ku timbulkan dari ke sombonganku, kebodohanku dan ketidakpedulianku terhadap makhluk lain, padahal mereka pun memiliki hak hidup yang sama dengan kita.

Tidak terasa tubuhku bergetar.

Hilang sudah kebanggaan yang tadi tersemat.

“Andaikan aku bisa mendengar suara mereka merintih….”

Tiba-tiba dadaku terasa sesak. Sesak oleh penyesalan yang teramat dalam. Inikah yang disebut Khalifah? Tugas yang teramat mulia yang dipercayakan oleh Allah SWT kepada manusia. Tidakkah seorang Khalifah seharusnya membawa kebaikan kepada makhluk lain yang ada dibumi ini? Tidak perduli apapun jenisnya, apapun bahasanya dan apapun bentuknya?

Diriku terasa kerdil. Aku yang menyandang predikat sebagai makhluk yang berakal budi ternyata tidak lebih dari pembawa bencana bagi makhluk lain.

Sedangkan SEMUT, makhluk kecil yang sering kali tidak kita perdulikan, banyak sekali memberikan contoh kehidupan kepada kita. Didalam menghadapi nafsu membunuhku, mereka masih sempat membawa telur-telur mereka menjauh dari “ladang pembantaian” yang aku ciptakan. Mereka tidak memikirkan diri sendiri didalam menyelamatkan kehidupannya. Belum lagi loyalitas mereka kepada pemimpinnya. Pemimpin semut yang terhuyung huyung akibat racun serangga, mereka gotong bersama-sama dan dibawa ketempat yang lebih aman. Para pioneer yang sudah lebih dulu selamat dan menemukan tempat yang aman juga tidak serta merta melupakan kawan-kawannya, mereka kembali lagi kepada koloninya untuk memberitahu letak tempat tersebut. Mereka dikenal sebagai makhluk yang cinta damai, hidup rukun dalam satu masyarakat yang besar. Serta memiliki kekuatan yang lebih besar dari kita (mereka memiliki kekuatan untuk mengangkat beban sekitar 5x dari berat tubuhnya). Makhluk yang memiliki etos kerja yang tinggi serta professional. Semut pekerja akan terus bekerja, prajurit semut menjaga koloninya dan sang ratu semut tetap pada tugasnya memperbanyak keturunan. Prilaku yang sangat professional!

“Subhanallah, Maha Suci Allah!”

Hati ini semakin teriris lagi begitu menyaksikan ratusan atau mungkin ribuan semut yang mati terkapar dan sisanya yang masih menggelepar! (Bayangkan, sekian banyak nyawa semut yang hilang gara-gara seorang manusia.)

Sebagian dari semut-semut yang selamat berjalan cepat hilir-mudik menghampiri rekan-rekannya yang sekarat. Mungkin kurang lebih mereka membisikkan:

“ Bersabarlah hai kawan., berdzikirlah kepada Allah…”

Mungkin mereka terus berdzikir, karena bukankah ajal mereka akan tiba bila mereka putus berdzikir kepada Allah?

Pikiran ini kembali menerawang, “pantas bila semut termasuk salah satu diantara tiga binatang yang haram hukumnya untuk dibunuh.”

“Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Astagfirullah…”

“Ya Allah, ampuni hamba ya Allah, ampuni hamba ya Allah, ampuni hamba ya Allah.” (wr)


(Tulisan ini sudah pernah dimuat pada majalah Antariksa Lanud Sultan Hasanuddin)

Selasa, 16 September 2008













"FROM MAKASSAR WITH LOVE...."

Assalammu'alaikum Wrwb, SALAM PAKAR 97....
Berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa, serta didorong oleh keinginan luhur untuk berkehidupan kebangsaan yang bebas, adil dan makmur (hehehe...),
dengan ini disampaikan bahwa telah dilaksanakan buka puasa bersama (TAPI BUKAN BUKA-BUKAAN) oleh Pakar97 AU chapter Makassar pada hari Minggu 14 September 2008 bertempat di restoran SEDER***A.
Maaf bukan maksud hati kami untuk 'cari muka' karena yang 'cari muka' cuma yg pegang kamera untuk ambil gambar, tapi kegiatan ini kami sampaikan sebagai wujud rasa syukur kami terhadap Allah SWT yg telah memberikan kesempatan dan keleluasaan kepada kami, sehingga kami dapat berkumpul bersama ber-..hahahihi.. sejenak mempererat emosi, yang dikarenakan kesibukan masing2 amat sulit kita laksanakan dimasa lalu.
Di halaman ini kami mencoba menampilkan wajah2 dari ke 21 personel TNI AU yg berdinas di Makassar dengan harapan dapat menimbulkan kembali nostalgia yg pernah sama2 kita lalui di 'Kawah Candradimuka' selama 7 bulan penuh perjuangan.
Kami yakin, bahwa pasti banyak yg pangling (ngga' ngenalin lagi kalo kata orang Jakarta) dengan wajah2 cantik dan ganteng kita sekarang, karena itu adalah bukti bahwa proses evolusi memang ada.... hahaha, tapi dengan penuh kesadaran kami juga menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya apabila ternyata dari foto2 yg ada terlihat ada beberapa rekan2 kita yg kelihatannya lebih ganteng waktu pendidikan di Magelang (mungkin ga ya..?), karena bagaimanapun juga tetap ada mutasi genetika yg tidak sesuai dengan harapan (hahaha).
Harapan kami kegiatan ini adalah awal dari kegiatan yg lebih besar dimasa depan. Paling tidak kami di makassar berharap semoga setelah hari Raya Idul Fitri nanti, PAKAR97 chapter Makassar dapat berkumpul seluruh matra untuk berhalal bi halal bersama melepas rindu mempererat koordinasi demi kemajuan kita kedepannya. Amin Ya Rabb.
Demikian saja sepatah dua patah kata yg dapat kami sampaikan, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan (loh kok jadi kayak pak Lurah..?).
Maju Terus PAKAR97.. !!!
(Dari chapter lain ada yg mau kirim liputan? please email ke kewor97@yahoo.co.id, ditunggu...!)

Keterangan Foto bersama:
- Mulai saf depan (berturut-turut dari kiri ke kanan): Myr Zaenal, Kpt Dedi Himawan, Myr Muhammadong, Kpt April B, Kpt Adam Toaha, Myr Benyamin, Kpt Irwan, Kpt Sudirman W, Kpt Nurmansuri, Kpt Herman, Myr Hamzir, Kpt Andayana, Myr Wiro, Myr Agus Ka, Myr Joko P, Myr Arsul H, Kpt Rio H, Kpt Sulistyo Adi. (Yg tidak tertangkap kamera: Myr Sami M, Kpt Tentyo, Kpt Mustaming)







Selasa, 02 September 2008

SHALAT TARAWIH

Ramadhan telah tiba, seperti tahun2 terdahulu dalam memasuki bulan Ramadhan umat muslim berbondong-bondong kembali meramaikan mesjid untuk saling berlomba mengharapkan rahmat dan ridho Nya.
Berbagai macam ibadah yang bersifat sunah dikerjakan (apalagi yang 'wajib', pantang untuk ditinggalkan...). Tua muda, miskin kaya, mulai dari rakyat jelata sampai dengan pejabat disana, campur baur didalam kegiatan2 keagamaan. Untuk 'sementara' hawa nafsu dikesampingkan...

Seiring
dengan kembali bergeliatnya kegiatan2 keagamaan, sejalan dengan itu pula akan kita temui perbedaan-perbedaan dalam pelaksanaannya. Perbedaan-perbedaan yang timbul sudah seyogyanya (saya dari dulu bingung kenapa harus 'seyogyanya', kenapa tidak 'sejakartanya' ya..?!) kita sikapi dengan dewasa dan logis. Semua perbedaan pasti ada alasan yang mendasarinya. Tinggal bagaimana kita, dengan kepala dingin, mau melihat suatu perbedaan dari berbagai sudut pandang. Salah satu yang sering kita temui ada perbedaan dalam pandangan dan pelaksanaannya adalah Shalat Tarawih.

Shalat Tarawih, adalah salah satu ibadah sunah yang dilaksanakan oleh Rasulullah SAW selama bulan Ramadhan. Bila kita mengamati lebih jauh lagi, kita akan menemui berbagai pendapat tentang pelaksanaan shalat Tarawih, yang akan coba kami ulas secara ringan (karena pengetahuan yg terbatas), dengan harapan dapat me-refresh kita sekaligus men-triger rekan2 yang berkompeten untuk memberikan masukkan yang lebih lengkap lagi bagi kita.
Shalat Tarawih biasa disebut juga sebagai shalat lail atau shalat malam karena dilaksanakan malam hari. Dalam pelaksanaannya, Rasulullah biasa beristirahat setelah salam sebelum memulai rakaat berikutnya. Itulah sebabnya mengapa disebut shalat tarawih (tarawih= istirahat). Bicara mengenai Shalat Tarawih, ada beberapa masalah2 furu'iyah yang beredar di masyarakat. Diantaranya perbedaan jumlah raka'at antara 11 raka'at atau 23 raka'at, atau perbedaan pandangan antara sama tidaknya Shalat Tarawih dengan Shalat Tahajud. Dimana bagi yang berpandangan jika Shalat Tarawih adalah sama dengan Shalat Tahajud diluar bulan Ramadhan, biasanya akan melaksanakan Shalat Tarawih pada malam hari atau tidak dilaksanakan langsung setelah shalat Isya. Dan masih ada lagi beberapa pandangan yang lain.
Melihat dari timbulnya berbagai macam pandangan yang beredar luas didalam masyarakat, alangkah bijaknya bila kita tidak saling memvonis benar atau salah antara satu sama lainnya. Perbedaan yang ada seharusnya malah menjadi sebuah tantangan bagi kita untuk belajar dan membaca lebih banyak lagi literatur2 yang ada (khususnya Al Qur'an dan Al Hadits), termasuk mencari sebanyak-banyaknya narasumber (Ustadz atau Ustadzah dan orang2 yang memiliki pengetahuan lebih) sebagai masukkan. Jangan sekali-kali kita berpedoman hanya kepada satu narasumber saja, untuk menghindari kultus individu yang mungkin saja timbul.
Dalam agama Islam, perintah yang pertama kali turun kepada Rasulullah adalah 'iqra! Bacalah..!! Oleh karenanya jangan pernah bosan atau malas untuk membaca! Membaca dapat diartikan sebagai belajar. Dan bagi umat Islam, proses belajar sudah harus dilaksanakan mulai dari buaian sampai dengan ke liang lahat..
Kembali kepada Shalat Tarawih, Rasulullah SAW melaksanakan shalat Tarawih secara berjamaah pada 3 (tiga) hari pertama diawal bulan Ramadhan (kalau saya salah tolong di koreksi). Dan dikarenakan beliau takut timbul pergeseran pandangan ibadah Shalat Tarawih menjadi suatu ibadah Shalat wajib, maka sebagian besar pelaksanaan Shalat Tarawih dilakukan oleh Rasulullah secara sendiri2. Yang kemudian pada minggu terakhir bulan Ramadhan, rasulullah melanjutkan dengan ber i'tikaf.
Dewasa ini kita melihat, Shalat Tarawih dilakukan hampir selalu secara berjamaah setiap malam. Hal ini jangan dulu kemudian kita artikan sebagai sesuatu yang salah, akan tetapi harus kita pelajari lebih teliti lagi asal mulanya.
Pelaksanaan Shalat Tarawih secara berjamaah pertama kali dilaksanakan pada masa ke khalifahan Umar Ibnu Khattab. (sekali lagi, tolong saya dikoreksi). Dengan maksud, mungkin saat itu, adalah membiasakan masyarakat untuk memperbanyak kegiatan ibadah di bulan Ramadhan (Ramadhan biasa kita analogikan sebagai bulan Great sale, dengan melaksanakan ibadah dalam kuantitas yang sama dengan diluar Ramadhan kita memperoleh kualitas pahala yang lebih baik), sebagai wujud tanggung jawab moral seorang pemimpin. Ditambah, mungkin, pemahaman masyarakat yang sudah lebih baik pada masa itu (masa kekhalifahan Umar Ibnu Khattab) dibandingkan dengan masa awal dakwah Rasulullah.
Alasan-alasan semacam inilah yang harus kita pelajari dan pahami terlebih dahulu sebelum mengambil suatu kesimpulan. Karena yakinlah bahwa segala sesuatunya pasti ada asbabunnuzul-nya (sebab musabab turunnya hal tersebut), tentunya selama tidak bertentangan dengan Al Qur'an dan Al Hadits. Wallahu 'alam bissawab. ANY COMMENT....??

ClixMX.com